Pertumbuhan Ekonomi Amerika Serikat Melambat di Tahun 2019

Pertumbuhan Ekonomi Amerika Serikat Melambat

Pimpinan Federal Reserve Dallas, Robert Kaplan, menyatakan bahwa pada tahun 2019 ekonomi di negara yang berada di bawah pimpinan Donald Trump ini akan melambat. Hal ini banyak dikaitkan dengan dampak dari kebijakan pajak yang dibuat oleh Presiden Donald Trump sendiri. Reformasi pajak ini akan menjadi pemangkasan pajak besar-besaran sepanjang sejarah Amerika Serikat. Kebijakan Trump yang satu ini menarik banyak investor untuk melakukan investasi di Amerika Serikat, namun di lain sisi kebijakan perpajakan seperti ini dapat menyebabkan defisit anggaran sehingga anggaran belanja ikut naik.

Hal inilah yang diperkirakan akan menyebabkan defisit anggaran menjadi semakin tinggi sekalipun proses pertumbuhan ekonomi telah dikalkulasikan. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat diprediksi akan mengalami perlambatan menjadi 1,9% di tahun 2019 menurut firma sekuritas dan perbankan JPMorgan. Perlambatan lonjakan pertumbuhan sebesar 3,1% di suku tahun keempat disebabkan oleh kebijakan fiskal, moneter, serta perdagangan yang lesu. Meskipun pertumbuhan melambat, upah akan terus meningkat seiring dengan ketatnya persaingan tenaga kerja.

Para ahli ekonom ikut bicara tentang kebijakan moneter yang selama 10 tahun terakhir mendukung pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat akan semakin mendekat ke posisi yang stabil. Kebijakan fiskal akan tetap mendukung perekonomian di 2019 tetapi efeknya akan menurun dibandingkan tahun 2018. Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat, Jerome Powell, bahkan mengatakan utang pemerintah dan defisit yang dimiliki telah menempatkan AS pada jalur fiskal yang diam di tempat.

Bulan Oktober lalu Amerika Serikat bahkan telah mencatat defisit sebesar USD 100,5 miliar dan meningkat sampai sebesar 59% dari tahun lalu Pemerintah pun telah memperkirakan defisit akan meningkat menjadi 1,09 triliun selama setidaknya tiga tahun ke depan. Angka defisit ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 2012 ketika Amerika Serikat membutuhkan banyak dana sebagai stimulus ekonomi yang sedang berada pada tahap pemulihan sementara penerimaan pemerintah beberapa bulan terakhir cenderung stagnan. Penerimaan yang berasal dari pajak korporasi turun sebanyak USD 76 miliar atau 22% lantaran kebijakan pemerintah untuk memotong pajak.

Namun apabila di tahun ini Cina akan dikenakan bea impor sebanyak 25%, hal ini dapat membuat angka pendapatan pajak melonjak hingga lebih dari USD 100 miliar dan diharapkan akan meng-cover defisit. Kaplan ikut menambahkan bahwasanya Amerika Serikat harus lebih bisa mengatur kebijakan utangnya. Selain itu, aspek seperti semakin bertambahnya tenaga kerja juga bisa menjadi salah satu penghambat pertumbuhan ekonomi selama setidaknya beberapa tahun ke depan. Karena adanya pertumbuhan produktivitas yang tidak bisa dipungkiri, maka dengan mendorong peningkatan ini diharapkan Amerika Serikat akan kembali bangkit dan memulihkan keadaan perekonomian. Menteri keuangan serta para staff administrasi di bawah pimpinan Trump telah mengusulkan untuk menekan budget anggaran belanja guna mengurangi defisit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *