Negara Ini Tidak Sepaham Dengan Amerika

Negara Ini Tidak Sepaham Dengan AmerikaTerpilihnya Donald Trump sebagai presiden baru di Amerika Serikat, telah membawa pengaruh yang sangat besar di dunia. Banyak hal-hal yang baru yang terjadi saat ini, kejadian ini telah menjadi sorotan seluruh negara di dunia. Kebanyakan orang berfikir bahwa presiden yang terpilih pada nantinya akan memberikan pengaruh yang baik bagi negaranya, presiden di harapkan dapat menyatukan negara satu dengan negara-negara yang lainnya. Sehingga terjalin kerjasama yang membuat sebuah ikatan persahabatan. Bagaimanapun juga sebuah negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan ataupun kerjasama dengan negara lainnya. Akan tetapi bebeda dengan trump, disaat ia harus menjaga hubungan yang baik dengan negara-negara tetangganya, justru menunjukan sebuah kalimat yang yang begitu tidak bersahabat. Ya, permasalahan ini timbul tika trump mengambil keputusan sepihaknya dalam mengakui yerusalem menjadi ibu kota israel tanpa persetujuan negara-negara lainnya. Sehingga membuat negara lain menjadi geram dan marah dengan tindakan sepihak yang diakukannya. Walaupun begitu, trump tidak memperdulikan pendapat yang dikeluarkan oleh negara lain, bahkan trump menganggap bahwa negara yang tidak menyetujui yerusalem sebagai ibu kota Israel tidak mendukung Amerika Serikat. Kabarnya 128 negara tidak menyetujui keputusan yang di buat oleh trump tersebut.

Tidak Sepaham Dengan Amerika

Sebanyak 193 anggota yang terdapat dalam Perserikatan Bangsa Bangsa, 128 diantaranya memilih untuk tidak menyetujui keputusan yang di keluarkan trump. Sedangkan untuk sisanya, memilih untuk tidak berpendapat. Bagaimanapun juga keputusan ini membutuhkan persetujuan dari banyak pihak dan tidak dapat di putuskan hanya dengan satu pihak. Sehingga keadaan ini membuat kesenjangan yang terjadi di antara negara-negara tersebut. Pasalnya Amerika juga telah menyumbangkan beberapa dana untuk diberikan kepada negara-negara yang tidak sepihak dengan Amerika.

Trump merasa tidak nyaman dengan tindakan negara-negara tersebut, karena merasa tidak didukung. Karena itu, trump meminta untuk dibuatkan Undang-Undang dimana, di dalamnya tertulis bahwa nantinya dana yang akan dikeluarkan akan di gunakan sepenuhnya untuk kepentingan Amerika dan di sumbangkan untuk negera-negara lain, yang nantinya akan diberikan kepada negara yang memang satu pihak dengan Amerika, bukan negara yang melawan berbeda pendapat dengan dia. Bahkan nantinya trump mengancam akan menghentikan dalam pemberian dana untuk negara yang tidak satu keputusan, bahkan negara-negara tersebut akan terus diingat mana saja negara yang tidak sependapat. Karena banyak mengalami kendala dan banyak tekanan dari beberapa pihak, maka dari itu selang beberapa waktu dari kejadian itu, trump merubah pendapatnya. Pada awal mulanya trump menganggap untuk negara yang tidak satu pihak dengan dia adalah musuhnya, sekarang ini trump telah merubah pendapatnya diamana nantinya ia akan melakukan hubungan yang baik dengan semua negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *