GBU-57 atau The MOP Merupakan Bom Non-Nuklir Terupgrade Milik Amerika Serikat

GBU-57

Amerika Serikat terus membangun pertahanan untuk keamanan negaranya. Negara maju sati ini memiliki berbagai macam senjata-senjata canggih dan terbaik, Namun ternyata hal itu tidak cukup tetapi Amerika terus menaikan standard dari sistem pertahanan negaranya. Angkatan Udara Amerika Serikat baru-baru ini mengeluarkan bom non-nuklir terbesar dalam versi yang sudah di upgrade yaitu The Massive Ordnance Penetrator (MOP) atau GBU-57. untuk menaikan sistem pertahanan negara, Bom non-nuklir ini diciptakan untuk melawan negara-negara yang sedang berseteru dengan AS seperti Korea Utara. Korea Utara juga memiliki pertahanan negara yang cukup kuat, maka dari itu Amerika tak mau kalah dengan menciptakan Bom non-nuklir Bunker-Busters seberat 30.000 pon.

Bom yang baru diupgrade dengan berat 30.000 pon ini tentunya tidak dapat dibawa oleh sembarangan pesawat. Pesawat stealth B-2 telah dirancang khusus untuk membawa bom tersebut. Sangat penting menaikan standard dalam pertahanan negara, dibutuhkan para ahli untuk meng-upgrade senjata yang ada. Bom Boeing Co menjadi perusahaan langganan dalam memfasilitasi memperbaharui persenjataan Amerika Serikat. Bom non-nuklir atau dengan nama lain GBU-57 ini telah selesai diperbaharui sebanyak empat kali dengan persediaan senjata yang ada dalam kondisi diperbaiki demikian pernyataan lewat sebuah email dari Kapten Emily Grabowski, juru bicara Angkata Udara Amerika Serikat. Amerika memang terus mengadakan pembaharuan persenjataan modifikasi “telah meningkatkan kinerja melawan target yang keras dan terkubur,” katanya.

B-2

Ternyata bom yang dikenal sebagai bunker-busters telah berada di gudang senjata Angkatan Udara selama bertahun-tahun karena potensi serangan terhadap target semakin gencar, maka baru-baru ini diluncurkan keluar. GBU-57, memiliki kekuatan enam kali lebih besar dari bom dengan berat 5.000 pon. Selama berapa dekade Angkatan Udara selalu menggunakan bom kecil dengan berat 5000 pon saja, namun dengan terus memperbaharui persenjataan akhirnya Angkatan Udara memiliki bermacam-macam bom dengan kekuatan yang memadai. Bahkan Bon non-nuklir terbesar ini jika diluncurkan memiliki kemampuan untuk menerobos lapisan beton pertahanan bawah tanah.

Salah satu alasan terciptanya GBU-57 ini memungkinkan jika diperlukan disaat genting Amerika Serikat dapat memutuskan untuk menyerang gudang persenjataan nuklir atau rudal bawah tanah di Korea Utara, karena ketegangan terus berlanjut seiring pertumbuhan Kim Jong Un dalam persenjataan nuklir. Dalam bulan ini Angkatan Udara AS juga sudah menempatkan pesawat pembawa bom B-2 ke daerah Guam. Awal bulan januari ini, ada tiga pesawat B-2 dan sekitar 200 awak pesawat tiba di Pangkalan Angkatan Udara Andersen di pulau Guam, sebuah wilayah Amerika di Mikronesia, di Pasifik Barat. Penambahan B-2 membawa kemampuan lebih ke teater Pasifik, terutama yang terpenting bagi tugas Pentagon dalam membangun bangsa di Korea Utara. Grabowski juru bicara wanita dari Angkatan Udara AS menolak mengatakan apakah GBU-57 juga telah dikirim ke pulau Guam atau tidak.

Sebelum meluncurkan keluaran senjata terbaru ini, Angkata Udara sudah melakukan tes terlebih dahulu. New mexico menjadi tempat terpilih untuk melakukan tes tersebut. Dengan menjatuhkan tiga bom dari B-2 untuk mengetahui keefektifan senjata dari Bom GBU-57 tersebut. Letnan Kolonel Michelle Baldanza, juru bicara kantor pengujian tempur Pentagon memberitahukan hal tersebut bahwa sudah ada uji coba pada bom GBU-57. Sutruk panjang 20 kaki dengan diameter 31.5inci menjadi bentuk dari GBU-57.

Bom itu hanya bisa dijatuhkan dengan mendorongnya keluar dari pesawat baling-baling MC-130 dan “terutama ditujukan untuk target permukaan lunak dan menengah yang mencakup area yang luas, target yang terdapat di lingkungan seperti gua atau ngarai, membersihkan lahan tambang yang luas, dan untuk efek psikologis, “kata juru bicara Angkatan Udara Ann Stefanek dalam sebuah email.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *