Antara Populisme dan Donald Trump

Antara Populisme dan Donald Trump – Populisme menurut Cambridge Dictionary Online jika di terjemahkan dalam bahasa Indonesia maka mempunyai arti sebagai ide dan juga sebuah kegiatan politik. Dimana kegiatan tersebut bertujuan untuk memperoleh dukungan dari seluruh masyarakat dengan lebih mudah. Biasanya mendapat dukungan tersebut dengan memberikan apa yang mereka inginkan. Cara tersebut biasa digunakan beberapa pihak untuk lebih mudah mendapatkan dukungan lebih cepat. Selain itu ada juga sebuah pendapat yang mana menyatakan bahwa populisme adalah sebuah ideologi yang tipis yang didalamnya ada sebagian kecil mengenai agenda politik.

Jika membandingkan ideologi fasisme dengan populisme tentu sangat berbeda. Ketika fasisme mampu membahas semuanya seperti sistem politik, ekonomi, dan juga membahas kehidupan bermasyarakat yang merupakan sebuah kesatuan yang ada di dalam ideologi, namun berbeda dengan populisme. Populisme hanya berisikan berpikir mengenai cara mengalahkan petahana, namun untuk kelanjutannya tidak ada.

Jika melihat beberapa kampaye yang dilakukan oleh Donald Trump sedikit banyaknya menggunakan cara populisme ini. Dilihat dari salah satu program yang diusung oleh Donald Trump adalah mengenai cara untuk bisa mengembalikan pekerjaan ke Amerika Serikat. Hal tersebut dilakukannya karena melihat banyaknya pekerjaan yang awalnya dikerjalan oleh tenaga dari Amerika Serikat namun berpindah tangan sehingga dikerjakan negara lain.

Beberapa pekerjaan yang awalnya dimiliki Amerika Serikat yang berpindah tangan adalah seperti pabrik mobil yang sudah pindah ke Meksiko, pabrik iPhone pindah Tiongkok dan Casino Online Terbesar di Amerika Pindah ke Philipina dimana perusahaan Sbobet berada. Trump ingin membuat pekerjaan tersebut kembali lagi ke Amerika Serikat menggunakan cara yang sudah ia siapkan. Namun walaupun sudah disertai dengan ancaman, pengembalian tersebut nampaknya sangat sulit untuk didapatkan. Tidak hanya dalam mendapatkan pekerjaan tersebut kembali, Trump juga berjanji untuk menurunkan pajak. Namun sebelum terrealisasikan ada kabar bahwa nantinya penurunan pajak tersebut akan menguntungkan orang dengan penghasilan besar saja dan bukan menguntungkan seluruh rakyat.

Janji yang diberikan tersebut nampaknya belum bisa dijalankan. Dari beberapa janjinya yang manis tersebut mampu membuat para pekerja Amerika Serikat yang tergiur dan tertarik untuk menjadikan Trump sebagai presiden. Sebagai seorang pengusaha tentu saja Trump bisa merubah segala peraturan yang ada sesuai dengan keinginan. Terutama jika nantinya Trump sebagai pemegang saham yang paling besar, tentu melakukan hal tersebut sangatlah mudah.

Membahas mengenai populisme dan juga Donald Trump tentu saja sangat menarik untuk diperbincangkan. Trump yang menggunakan cara tersebut di beberapa kegiatannya mampu untuk lebih mudah mendapatkan dukungan dalam waktu yang singkat, nampaknya Trump bisa meraih kemenangan tersebut. Populisme mampu membuat Trump terpilih menjadi presiden Amerika Serikat untuk saat ini. Itulah ulasan terkait Trump dengan metode populismenya dalam membuat sebuah kegiatan di politik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *