Artikel Berita

Perekonomian Arab Meningkat di Tengah Melambatnya Perekonomian Global

Perekonomian secara global memang sedang mengalami perlambatan ekonomi. Ada beberapa negara yang menunjukan perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh berbagai faktor. Walaupun sedang mengalami perlembatan ekonomi secara global namun Arab Saudi mampu menunjukan hal yang berbeda. Perekonomian di Arab Saudi kabarnya mengalami peningkatan yang lebih baik. Perekonomian di Arab ini diperkirakan tahun 2019 akan meningkat dibalik perlambatan ekonomi dunia dan juga adanya dampak potensial di pasar minyak secara global. Kedua hal tersebut mampu membuat dampak tersendiri bagi perekonomian yang ada di Arab Saudi.

Ada beberapa tanda yang menunjukan bahwa dengan melambatnya perekonomian global ini secara tidak langsung bisa mempengaruhi perekonomian yang ada di Arab. Bank sentral yang ada di Arab Saudi menyebutkan bahwa resiko utama yang bisa didapatkan oleh Arab di dapatkan dari dampak pasar minyak global. Kenapa sangat berdampak bagi Arab? Hal ini dikarenakan minyak menjadi salah satu penyumbang dana terbesar dari pendapatan pemerintah. Sehingga jika ada permasalahan dengan pasar minyak global maka secara tidak langsung juga akan memberikan dampak pada ekonomi di Arab. Selain itu reformasi structural yang ada di Arab Saudi yang berkelanjutan yang mampu memberikan tekanan kepada pertumbuhan ekonomi.

Perkiraan peningkatan perekonomian yang ada di Arab Saudi kabarnya akan mengalami peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan. Hal tersebut didukung dengan adanya ekpansi yang lebih cepat yang didapatkan dari sktor non minyak. Dari sektor non minyaknya sendiri menunjukan pertumbuhan perekonomian yang sudah dirangsang cukup ekspansif. Pada anggaran tahun 2019 ini mampu menunjukan bahwa adanya peningkatan yang cukup signifikan yang mana penggunaan belanja modal sebanyak 245 miliar. Padahal jika diperhatikan pada bagian sektor non minyak yang ada di Arab Saudi menunjukan pertumbuhan sebesar 1,7 persen yang mana pada saat itu ada di tahun 2017.

Pendapatan pemerintah di Arab Saudi mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Yakni bisa mengalami pertumbuhan hingga 895 miliar riyal pada tahun 2018 atau jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya telah mengalami peningkatan sebanyak 30 persen. Tentu saja hal tersebut menjadi kabar yang cukup baik, karena Arab Saudi mampu menunjukan pertumbuhan perekonomian di tengah terjadinya perlambatan ekonomi secara global. Pendapatan pada bagian sektor non minyaknya ini berjumlah sekitar 287 miliar riyal, tentu saja yang mengalami peningkatan 90 persen dari jumlah yang ada pada tahun sebelumnya. Pendapatan lainnya yang didapatkan oleh pemerintahaan ini adalah pendapatannya dari pajak. Itulah beberapa penjelasan mengenai kabar meningkatnya perekonomian yang ada di Arab Saudi. Dibalik meningkatnya perekonomian di negara timur tengah, tercatat saham situs homebet88.online yang ada beberapa negara lainnya juga mengalami peningkatan yang dikarenakan banyak hal.

Artikel Berita Blog

Tunggakan BPJS Kesehatan Yang Memberatkan Rumah Sakit dan Klinik di Indonesia

Masalah kesehatan nasional seluruh masyarakat Indonesia memang sangatlah penting sehingga pemerintah menerbitkan BPJS. Namun keberadaan BPJS ini malah membuat pelaku di bidang kesehatan seperti rumah sakit, klinik hingga dokter ‘menjerit’ alias terberatkan. Bagaimana tidak, tunggakan BPJS kesehatan yang harus dibayarkan ke rumah sakit dan klinik di Indonesia ini tidaklah sedikit. Misalnya saja dari Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) yang menagih tunggakan sebesar Rp 6,5 Triliun dari BPJS Kesehatan untuk tahun 2019. Menurut perwakilan Persi, Odang Muchtar sebagai Anggota Kompartemen Jaminan Kesehatan Persi, mengungkapkan bahwa BPJS sering kali menunggak dana pembayaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga 4 bulan. Tentunya diharapkan tunggakan pembayaran yang jumlahnya sangatlah fantastis ini diharapkan segera dibayarkan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Perlu disadari bahwa setiap rumah sakit membutuhkan kas untuk menjalankan kegiatan operasional sehari-hari. Maka dari itulah dampak dari tunggakan BPJS Kesehatan kepada rumah sakit, membuat kas yang penting untuk kegiatan operasional sehari-hari menjadi terbatas bahkan kurang. Bila sudah begitu akan menganggu keberjalanan rumah sakit untuk melayani masyarakat itu sendiri. Bahkan apabila rumah sakit atau klinik benar-benar sudah tidak mempunyai uang yang cukup untuk membeli obat atau pasokkan perlengkapan kesehatan yang ada, bisa langsung diputus oleh pemasok atau supplier-nya.

Dampak panjangnya bila tunggakan BPJS Kesehatan tidak segera dibayarkan adalah rumah sakit atau klinik yang mengalami stunting alias pengkerdilan serta tidak mampu tumbuh dalam bisnis yang dilakukan. Pernyataan yang sama dengan Persi juga disampaikan oleh Asklin (Asosiasi Klinik Indonesia) mengenai tunggukan BPJS Kesehatan yang begitu memberatkan klinik. Tunggakan yang dialami pun juga lama yakni sekitar 3 bulan lamannya.

Bisa dibilang Klinik lebih terberatkan lagi oleh tunggakan BPJS Kesehatan tidak hanya telatnya pembayarkan tetapi juga perlakuan berbeda yang dilakukan BPJS Kesehatan terhadap klinik dengan puskesmas. Saat ini banyaknya masyarakat yang lari ke Puskesmas guna mendapatkan FKTP alias Asilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang merupakan syarat rujukan pasien ke BPJS Kesehatan rumah sakit. Puskesmas dengan mudah memberikan rusukan tersebut, sementara bila klinik yang memberikan, maka oleh BPKS Kesehatan akan dikejar. Bahkan bisa saja dana kapasitas yang diberikan akan terkurangi.

Asklin berpendapat bahwa seharusnya puskesmas tetap pada fungsinya terdahulu yakni mencegah penyakit sebagai tindakan preventif bukan untuk memberikan pelayanan pengobatan. Apabila situasi yang dijelaskan ini terus saja berlanjut, yang akan terjadi adalah klinik yang terancam tutup dengan desifit dari BPJS Kesehatan yang semakin besar lagi. Buntut dari kenyataan tersebut, sudah banyak klinik yang memutuskan hubungannya yang sudah terjalin bersama BPJS Kesehatan sehingga tidak ada lagi pasien yang dirawat masuk dalam program BPJS tersebut.

Artikel Berita Blog Ekonomi Politik

Singapura Negara Paling Cocok Untuk Berbisnis

Singapura Negara Paling Cocok Untuk Berbisnis – Berbisnis menjadi salah satu kegiatan yang mampu menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak yang tertarik untuk membuka bisnis. Berbisnis bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja jika mampu. Namun tahukah anda bahwa di dunia ini ada salah satu negara yang mana menjadi negara yang ramah untuk berbisnis? Negara tersebut adalah Singapura. Singapura dianggap sebagai salah satu negara yang sangat ramah untuk dijadikan tempat berbisnis. Banyak yang telah membuka bisnis di Singapura karana hal tersebut.

Banyak perusahaan – perusahaan besar yang berada di Singapura karena sikapnya yang ramah akan bisnis. Singapura sangat cocok untuk dijadikan tempat berinvestasi. Banyak perusahaan dari seluruh dunia yang mempunyai perusahaan induk di Singapura. Perusahaan induk yang ada di Singapura tersebut dijadikan sebagai cara investasi bisnis yang ada di Asia Pasifik. Seperti perusahaan dari India yang sangat tertarik untuk melakukan hal tersebut dikarenakan adanya hubungan bilateral yang sangat kuat. Hubungan tersebut lebih diperkuat kembali dengan adanya Perjanjian Perdagangan Bebas Singapura yang telah ditandatangani. Perjanjian tersebut mampu membuat Singapura mendapatkan daya tariknya sebagai salah satu negara yang dituju dalam kegiatan berinvestasi.

Singapura mempunyai lingkungan bisnis yang ramah, infrastrukturnya yang berkelas, dan mempunyai kerangka pajak terbaik di dunia mampu menjadikan Singapura sebagai tempat yang paling cocok untuk para investor. Para investor tersebut bisa dengan mudah meningkatkan bisnis yang dijalankan dengan adanya kehadirian mereka di Asia. Perlu anda ketahui bahwa Singapura ini sudah menjadi rumah bagi ratusan bank komersial. Singapura telah menjadi pusat untuk menjalankan manajemen baik kekayanaan dan investasi yang ada di seluruh Asia. Hal yang sangat menarik di Singapura adalah sistem pajaknya yang efisien. Kebijakan pajak disana sangat terbuka dan jujur. Pembebasan pajak dan juga insentif keuangan yang ada di Singapura mampu membuat Singapura menjadi tujuan yang paling dicari dikawasan APAC untuk para perusahaan yang ingin masuk ke dalam pasar Asia.

Apa alasan lain yang membuat Singapura menjadi negara ramah berbisnis? Proses penyiapan perusahaan di sana juga sangat mudah. Menyiapkan sebuah bisnis yang ada di Singapura sangatlah mudah dan sederhana. Singapura akan menyambut dengan sangat baik bagi siapa saja yang ingin menjalankan bisnis di negara tersebut. Selain itu membuka bisnis di Singapura juga sangat mudah karena bisa dengan mudah mengumpulkan modal dan dana. Perusahaan kongbet.net yang menjalankan bisnis di Singapura akan lebih mudah dalam meningkatkan pendanaan internasional dan bahkan nantinya bisa dengan mudah untuk menciptakan pusat perbendaharaan regional. Itulah beberapa alasan mengapa Singapura menjadi tempat berbisnis yang paling ramah. Banyak perusahaan yang tertarik untuk mempunyai bisnis di negara tersebut mengingat banyak keuntungannya.

Artikel Berita Blog Ekonomi Politik

Dampak Virus Corona Pada Kondisi Ekonomi Dunia

Dampak Virus Corona Pada Kondisi Ekonomi Dunia – Penyebaran virus corona baru atau yang biasa disebut COVID19 yang saat ini sedang berlangsung dan telah menjadi salah satu ancaman terbesar bagi ekonomi global dan pasar keuangan.

Virus corona pertama kali terdeteksi di kota Wuhan, Cina pada bulan Desember lalu yang saat ini tengah menginfeksi lebih dari 110.000 orang pada lebih dari 150 negara dan wilayah secara global. Cina sejauh ini merupakan Negara dengan sebagian besar kasus yang dikonfirmasi lebih dari 80.000 orang terinfeksi. Akibatnya, saat ini Cina melakukan kebijakan locdown untuk beberapa kota, membatasi pergerakan jutaan orang, serta menghentikan beberapa operasi bisnis, seperti bisnis judi poker online yang mengakibatkan kerugian dan kemerosotan yang begitu tajam. Cina merupakan Negara dengan ekonomi terkuat dunia sehingga jika langkah tersebut diambil, perjalanan ekonomi secara global juga ikut mengalami kelambatan.

Kekhawatiran akan dampak virus korona terhadap ekonomi global telah mengguncang pasar di seluruh dunia sehingga menyebabkan anjloknya harga saham dan imbal hasil obligasi. Wabah ini telah membuat beberapa lembaga besar serta beberapa bank memangkas perkiraan mereka untuk ekonomi global. Salah satu yang terbaru untuk menyiasati kondisi ini adalah dengan membentuk Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi. Dalam laporan OECD di bulan Maret 2020, OECD mengatakan telah menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi 2020 di hampir semua negara. Pertumbuhan produk domestik bruto Cina melihat penurunan laju perkembangan ekonomi Cina dengan perkiraan awal 5,7% dan mengalami perlambatan menjadi 4,9% di tahun ini. Sementara itu, ekonomi global sebelumnya diperkirakan akan tumbuh 2,9% namun pada tahun 2020 turun menjadi 2,4%. Sektor manufaktur di China terpukul oleh wabah virus. Indeks Manajer Pembelian Manufaktur Caixin menunjukkan bahwa aktivitas pabrik China terancam mengalami kegagalan dengan angka 40,3 pada bulan Februari 2020.

Perlambatan manufaktur China telah merusak negara-negara yang memiliki hubungan ekonomi erat dengan Cina seperti ekonomi Asia Pasifik yang meliputi Vietnam, Singapura dan Korea Selatan. Pabrik-pabrik di China membutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan untuk melanjutkan operasi. Dengan begitu, sektor jasa di Cina juga ikut mengalami kelemahan. China bukan satu-satunya negara yang sektor jasanya melemah. Amerika Serikat yang merupakan pasar konsumen terbesar di dunia juga mengalami ketegangan ekonomi pada bulan Februari 2020.

Pengurangan aktivitas ekonomi global telah menurunkan permintaan minyak sehingga harga minyak ke posisi terendah selama beberapa tahun ini. Cina merupakan importir minyak mentah terbesar di dunia sehingga permintaan akan berkurang. Ketakutan seputar dampak COVID-19 pada ekonomi global telah merusak sentimen investor dan menurunkan harga saham di pasar-pasar utama. Kekhawatiran atas penyebaran global dari virus corona baru juga telah mendorong para investor untuk menawar harga obligasi sehingga menghasilkan imbal hasil di negara-negara besar untuk sedikit lebih rendah. Imbal hasil semua kontrak Treasury AS turun di bawah 1% dalam seminggu terakhir. Kejadian tersebut merupakan sebuah perkembangan yang tidak terlihat sebelumnya. Kontrak patokan 10 tahun juga menyentuh level terendah historis sekitar 0,3%.

Bank sentral AS melakukan pemotongan darurat 50 basis poin minggu lalu yang menjadikan tingkat dana targetnya dari 1% menjadi 1,25%.
Dampak virus corona baru sudah terbukti secara global. Sistem lockdown saat ini sudah mulai diterapkan di beberapa negara terjangkit. Pembatasan aktivitas masyarakat dilakukan hampi di seluruh negara yang memiliki kasus COVID-19. Dunia industri dibatasi perkembangannya serta dana pemerintahan dialihkan kepada kesehatan. Pemerintah negara terjangkit umumnya fokus menghentikan rantai penyebaran virus corona baru dan membatasi oprasi sektor-sektor industri wilayah.

Artikel Berita Blog Ekonomi Politik

Politik Pandemi COVID19 di Indonesia

Politik Pandemi COVID19 di Indonesia – Pandemi Covid19 sudah diumumkan WHO menjadi pandemi global. Virus corona baru ini menyerang tidak hanya pada aspek kesehatan masyarakat dunia namun juga menyerang sekto-sektor lain dalam pemerintahan seperti ekonomi dan sistem politik pemberantasan COVID19 di Indonesia. Sedangkan keputusan kebijakan untuk mengatasi virus yang sangat menular ini tergolong lamban di Indonesia sehingga penyebarannya dapat meluas dengan skala besar setiap harinya. Selain itu, sampai saat artikel ini ditulis, Indonesia adalah salah satu negara dengan angka kematian lebih tinggi dibandingkan angka kesembuhan. Hal tersebut menandakan kebijakan pemerintah dalam menangani kasus COVID19 kurang cepat dan tepat. Keputusan yang ditetapkan untuk social distancing dan stay at home bagi yang tidak berkepentingan juga terhitung lambat dikeluarkan karena pengumuman itu dikeluarkan ketika COVID19 sudah terlanjur mewabah di beberapa kota di Indonesia.

Kebijakan politik di Indonesia umumnya masih dipengaruhi oleh influencer media sosial yang mencegah pemerintah secara sepihak membuat keputusan berdasarkan informasi dalam keadaan darurat kesehatan global. Wilayah Indonesia khususnya bagian ibukotanya yaitu Kabupaten Jakarta sekarang berada di ambang wabah besar penyakit yang sangat menular dan telah menelan dunia secara cepat seperti api juga menewaskan ribuan penduduknya. Pandemi COVID-19 bukanlah fiksi ilmiah. Ini sebuah ancaman nyata yang dihadapi tidak hanya oleh Indonesia, tetapi juga lebih dari 150 negara lainnya.

Meski demikian, ada bebrapa kelompok influencer media sosial lokal yang aktif mengritik setiap kebijakan pemerintah. Dalam beberapa hari terakhir, pada saat pemerintah pusat diharapkan untuk bertindak cepat untuk menanggapi pandemi, pengguna media sosial telah terlibat dalam diskusi panas tentang apakah Indonesia atau Jakarta harus melakukan lockdown sebagian untuk meminimalisir penyebaran guna menyelamarkan kehidupan masyasrakatnya.

Diskusi bebas tentu saja merupakan keharusan dalam demokrasi dan menghargai hak masyarakat untuk berbicara tentang bagaimana pemerintah menangani krisis ini di media sosial. Namun, sayangnya, diskusi ini hanya berguna jika tidak ada kelompok orang dengan kepentingan pribadi yang mencoba mengeruhkan air dan mengubah proses pembuatan kebijakan berbasis bukti yang konon hanya menjadi permainan politik belaka.

.Gubernur Anies Baswedan merupakan salah satu calon presiden berikutnya. Anies menyerukan lockdown secara isyarat dengan membatasi berbagai pergerakan aktivitas Jakarta. Namun, Presiden Jokowi sampai saat artikel ini ditulis, tetap tidak mendukung kebijakan ekstrem semacam itu karena takut akan menimbulkan konsekuensi sosial dan ekonomi yang mengerikan. Saat ini Persiden Joko Widodo tengah memutuskan kebijakan penggunaan masker bagi semua orang ketika keluar dari rumah disamping kebijakan yang sudah ditetapkan sebelumnya yaitu social distancing dan stay at home bagi yang tidak berkepentingan.

Faktanya adalah tidak semua masyarakat Indonesia mendukung kebijakan Jokowi dan tidak semua konstituen Anies senang dengan keputusannya. Suara yang datang dari influencer terlalu keras dan mengganggu pemerintahan sehingga khawatir hal tersebut dapat mengaburkan penilaian kedua pemimpin. Presiden Jokowi telah mendapat kecaman dari influencer sosial media karena terlalu berhati-hati dalam berbagi informasi tentang wabah dan gagal bertindak cepat untuk mengatasinya. Influencer politik online telah ada selama beberapa waktu dan karena kesenggangan politik adalah alasan keberadaan mereka. Influencer politik sosial media selalu mendukung kebijakan pemerintah yang salah arah dan menyerang pendapat akademis yang tidak tepat.

Beberapa dari Influencer politik sosial media sebelumnya telah diundang ke Istana Negara oleh Presiden dalam mendiskusikan masalah-masalah yang muncul di Indonesia sebelumnya. Saat ini juga Presiden Jokowi tampaknya masih memperhatikan kritikan influencer sosial media dari jauh untuk mempertimbangkan dengan hati-hati setiap keputusan yang akan dilakukan guna menyelesaikan masalah-masalah yang muncul akibat pandemi COVID19 ini.

Artikel Berita Blog Ekonomi Politik

Antara Populisme dan Donald Trump

Antara Populisme dan Donald Trump – Populisme menurut Cambridge Dictionary Online jika di terjemahkan dalam bahasa Indonesia maka mempunyai arti sebagai ide dan juga sebuah kegiatan politik. Dimana kegiatan tersebut bertujuan untuk memperoleh dukungan dari seluruh masyarakat dengan lebih mudah. Biasanya mendapat dukungan tersebut dengan memberikan apa yang mereka inginkan. Cara tersebut biasa digunakan beberapa pihak untuk lebih mudah mendapatkan dukungan lebih cepat. Selain itu ada juga sebuah pendapat yang mana menyatakan bahwa populisme adalah sebuah ideologi yang tipis yang didalamnya ada sebagian kecil mengenai agenda politik.

Jika membandingkan ideologi fasisme dengan populisme tentu sangat berbeda. Ketika fasisme mampu membahas semuanya seperti sistem politik, ekonomi, dan juga membahas kehidupan bermasyarakat yang merupakan sebuah kesatuan yang ada di dalam ideologi, namun berbeda dengan populisme. Populisme hanya berisikan berpikir mengenai cara mengalahkan petahana, namun untuk kelanjutannya tidak ada.

Jika melihat beberapa kampaye yang dilakukan oleh Donald Trump sedikit banyaknya menggunakan cara populisme ini. Dilihat dari salah satu program yang diusung oleh Donald Trump adalah mengenai cara untuk bisa mengembalikan pekerjaan ke Amerika Serikat. Hal tersebut dilakukannya karena melihat banyaknya pekerjaan yang awalnya dikerjalan oleh tenaga dari Amerika Serikat namun berpindah tangan sehingga dikerjakan negara lain.

Beberapa pekerjaan yang awalnya dimiliki Amerika Serikat yang berpindah tangan adalah seperti pabrik mobil yang sudah pindah ke Meksiko, pabrik iPhone pindah Tiongkok dan Casino Online Terbesar di Amerika Pindah ke Philipina dimana perusahaan Sbobet berada. Trump ingin membuat pekerjaan tersebut kembali lagi ke Amerika Serikat menggunakan cara yang sudah ia siapkan. Namun walaupun sudah disertai dengan ancaman, pengembalian tersebut nampaknya sangat sulit untuk didapatkan. Tidak hanya dalam mendapatkan pekerjaan tersebut kembali, Trump juga berjanji untuk menurunkan pajak. Namun sebelum terrealisasikan ada kabar bahwa nantinya penurunan pajak tersebut akan menguntungkan orang dengan penghasilan besar saja dan bukan menguntungkan seluruh rakyat.

Janji yang diberikan tersebut nampaknya belum bisa dijalankan. Dari beberapa janjinya yang manis tersebut mampu membuat para pekerja Amerika Serikat yang tergiur dan tertarik untuk menjadikan Trump sebagai presiden. Sebagai seorang pengusaha tentu saja Trump bisa merubah segala peraturan yang ada sesuai dengan keinginan. Terutama jika nantinya Trump sebagai pemegang saham yang paling besar, tentu melakukan hal tersebut sangatlah mudah.

Membahas mengenai populisme dan juga Donald Trump tentu saja sangat menarik untuk diperbincangkan. Trump yang menggunakan cara tersebut di beberapa kegiatannya mampu untuk lebih mudah mendapatkan dukungan dalam waktu yang singkat, nampaknya Trump bisa meraih kemenangan tersebut. Populisme mampu membuat Trump terpilih menjadi presiden Amerika Serikat untuk saat ini. Itulah ulasan terkait Trump dengan metode populismenya dalam membuat sebuah kegiatan di politik.

Artikel Berita Politik

Donald Trump dan Kim Jong Un Akan Melaksanakan KTT Jilid 2 di Vietnam

Pada tahun 2017, Korea Utara meluncurkan misil pertamanya ke Amerika dan mengancam akan mengirim rudal ke lebih banyak tempat di sekitar periaran Guam. Sejak tahun 2011, Kim Jong Un telah menembakan lebih dari 90 rudal dan empat senjata nuklir yang mana melebihi ayahnya, Kim Jong Il, dan kakeknya, Kim Il Sung. Hal ini tentu membuat seluruh negara di dunia menjadi was-was dan membuat ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara semakin menjad-jadi. Barulah setahun berikutnya setelah Kim Jong Un dan Donald Trump bertemu secara langsung dan menandatangani ‘kesepakatan’ pada KTT jilid pertama dan ketegangan antara kedua Negara ini yang telah terjadi selama bertahun-tahun agak mereda. ‘Kesepakatan’ yang dicapai antara lain menyebutkan kedua Negara akan bekerja sama ke arah ‘hubungan baru’ dan Amerika Serikat akan memberikan ‘jaminan keamanan’ kepada Korea Utara. Selain itu, kesepakatan yang ditandatangani pada bulan Juni 2018 di Singapura juga bisa menjadi ajang pembicaraan akhir perang Korea sebab konflik yang terjadi pada tahun 1950 hingga 1953 hanya berakhir dengan adanya gencatan senjata, bukan perjanjian damai yang final. Donald Trump bahkan berkata ia dapat membuat kedua negara tersebut rujuk kembali karena sudah saatnya ketegangan di semenanjung Korea dihentikan. Pada Jumat (1/2) kemarin, utusan khusus Amerika Serikat untuk Korea Utara, Steve Biegun, mengatakan bahwa Amerika Serikat juga ingin mengakhiri ketegangan dan tidak berusaha untuk menjatuhkan rezim Korea Utara.

Berdasarkan beberapa sumber, Presiden Donald Trump dikabarkan akan kembali bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Vietnam pada akhir Februari nanti. Presiden Amerika Serikat ini akan memberitahu detail KTT ini pada pembacaan pidato kenegaraannya yang diselenggarakan pada Selasa (5/2) malam waktu setempat. Biegun akan bertemu dengan rekan diplomatisnya, Kim Hyok Chol, pada hari Rabu (6/2) di Pyongyang. Pertemuan ini akan menjadi pertemuan kedua Donald Trump dan Kim Jong Un setelah pertemuan pertama yang dilaksanakan di Singapura pada bulan Juni tahun lalu yang mana Trump sendiri berkata bahwa pihak Korea Utara tidak lagi mengancam Amerika Serikat dengan gudang persenjataan nuklirnya. Pada saat itu, para ahli berpendapat bahwa apa yang dikatakan Trump ini bersifat ambigu; apakah sebagai pernyataan optimis belaka atau sebagai jaminan. Pihak Korea Utara juga berkata bahwa mereka tidak akan meluncurkan misil rudal yang sangat kuat asalkan Amerika Serikat tidak lagi memberi ancaman.

Pertemuan kedua antara Amerika Serikat dan Korea Utara yang kemungkinan besar akan turut mengundang Presiden Korea Selatan Moon Jae In mengingat bahwa Trump berkata ingin membuat kedua negara ini dapat berdamai kembali diharapkan dapat mencapai hasil dan keputusan yang terbaik sehingga tidak ada lagi ketegangan yang menyelimuti ketiga negara ini.

Artikel Berita Blog Ekonomi Politik

Kebijakan Presiden Donald Trump yang Membuat Dunia Geram

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memang tidak lepas dari kontroversi. Mulai dari pernyataan blak-blakan yang kerap ia lontarkan dalam acara kenegaraan bahkan sampai cuitan di akun Twitter pribadinya, dan tidak terkecuali kebijakan-kebijakan yang ia buat selama dua tahun terakhir menjabat sebagai presiden dan menggoyang kondisi geopolitik sampai ekonomi dunia. Pada 04 Desember 2017, Mahkamah Agung Amerika Serikat mengizinkan diberlakukannya travel ban atau larangan perjalanan bagi 7 negara bermayoritas penduduk muslim seperti Iran, Irak, Libya, Suriah, Sudan, Somalia, dan Yaman dengan alasan ‘melindungi’ negara dari terorisme. Hal ini banyak mendapatkan kecaman dari warga Negara Amerika Serikat bahkan seluruh dunia karena ditakutkan akan terjadi kekerasan yang dipicu oleh politik SARA. Maka Departemen Kehakiman Amerika Serikat segera mengajukan petisi di pengadilan untuk melawan keputusan sementara atas larangan perjalanan yang dikeluarkan oleh Trump. Hal itu kemudian membuahkan hasil ketika Hakim James Robart di Seattle mengeluarkan keputusan yang menunda pelarangan perjalanan tersebut secara nasional dan langsung berlaku. Kebijakan kontroversi kedua yang dibuat oleh Donald Trump, dan yang menjadi alasan utama terjadinya shutdown dan menyebabkan penumpukkan utang hingga USD 5,7 miliar adalah upaya pembangunan tembok untuk mencegah imigran illegal. Kebijakan yang satu ini sudah dideklarasikan oleh Trump bahkan sejak masa kampanye berlangsung dengan mengatakan akan membuat tembok yang membatasi Amerika Serikat dan Meksiko sepanjang 3.200 kilometer. Trump ingin semua imigran ilegal ditangkap dan dituntut di bawah undang-undang pidana. Beberapa waktu lalu jasad seorang anak kecil imigran dipulangkan kembali ke negara asalnya untuk dimakamkan di sana karena mengalami demam tinggi tak berkesudahan lalu meninggal ketika berada di pusat penahanan bersama sang ayah.

Kebijakan kontroversial selanjutnya adalah pengakuan Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Hal ini ia katakan kepada The New York Times dan memerintahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Israel untuk segera memindahkan kantornya dari Tel Aviv ke Jerusalem pada 06 Desember 2017. Pernyataan ini menimbulkan berbagai reaksi negatif di berbagai belahan dunia. Menurut informasi dari agen dan media The Guardian, bahwa pihak Palestina tidak lagi menganggap Amerika Serikat sebagai mediator dalam proses perdamaian antara Israel dan Palestina. Pihak PBB pun mulai menawarkan resolusi di mana segala kebijakan yang bersifat menentukan status Jerusalem harus ditarik atau dibatalkan yang lalu dijadikan kesempatan bagi Trump untuk menuai ancaman bahwa ia akan menghemat uang Negara dengan cara memangkas bantuan finansial Amerika Serikat kepada Negara-negara yang mendukung resolusi PBB dalam sidang Majelis Umum PBB.

Selanjutnya, penerapan kebijakan tarif dikatakan sengaja dilakukan oleh Trump untuk membatasi impor sehingga dapat memicu produksi luar negeri. Namun tidak begitu menurut Cina. Pihak Cina menganggap pihak Amerika Serikat sedang melangsungkan perang dagang dengan diterapkannya kebijakan tarif yang mana akan memicu aksi saling balas antar negara. Organisasi-organisasi yang mewakili perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dikabarkan telah mematangkan kampanye lobi yang dinamakan Tariffs Hurt the Heartland untuk menolak kebijakan tarif impor.

Artikel Berita Ekonomi

Pemerintahan Amerika Serikat Kembali Mengalami Shutdown

Mulai dari Sabtu (22/12/2018), lagi-lagi pemerintah Amerika Serikat dalam keadaan shutdown waktu setempat. Penutupan sebagian layanan pemerintah federal Amerika Serikat ini berlangsung selama lima pekan dan sangat berdampak pada perekonomian. Shutdown kali ini disebabkan oleh anggaran yang diajukan pemerintah Presiden Donald Trump untuk membangun tembok perbatasan Amerika Serikat – Meksiko tidak disetujui oleh Kongres dengan alasan anggaran yang diminta Trump untuk membangun tembok tersebut dianggap teralu besar. Trump meminta anggaran sebesar USD 5,7 miliar atau setara dengan 80 triliun untuk membangun tembok perbatasan Meksiko, yang lalu ditolak oleh Kongres yang dikuasai mayoritas Partai Demokrat. Menurut sumber ABC News, Kongres mengatakan angka itu tidak rasional dan kemudian hanya menawarkan anggaran sebesar USD 2,1 miliar untuk tembok tersebut. Akhirnya pada Sabtu (26/1/2019) Presiden Amerika Donald Trump sepakat untuk mengakhiri shutdown tanpa harus membangun tembok perbatasan seperti yang dia inginkan selama ini. Namun persetujuan Trump untuk menghidupkan kembali pemerintahan hanya berlaku selama 3 pekan atau 21 hari ke depan.

Sebenarnya, apa itu shutdown? Setiap tahunnya pemerintah Amerika Serikat harus menyetujui anggaran yang akan dijalani. Rancangan anggaran ini kemudian digulirkan untuk dilakukan voting di Senat, dan apabila jumlah voting tidak tercapai dan sampai pada tenggang waktu anggaran tidak disetujui, maka pemerintah akan shutdown alias ditutup sampai kesepakatan tercipta. Shutdown berarti tidak akan ada anggaran yang dicairkan dan tidak ada uang untuk operasional yang mana artinya kerja pemerintah tidak bisa berjalan dan berdampak pada perekonomian. Shutdown bukanlah fenomena baru di Amerika Serikat. Terhitung sejak 1976 sudah tercatat adanya 19 kali aksi shutdown.

Penutupan sebagian layanan pemerintah federal Amerika Serikat yang berlangsung selama lima pekan dan merupakan yang terlama dalam sejarah ini sangat berdampak pada perekonomian. Kantor Anggaran Kongres (CBO) melaporkan shutdown telah menguras USD 11 miliar atau setara dengan Rp 154, 7 tiriliun. Angka yang fantastis ini hampir setara dengan dua kali jumlah yang Presiden Amerika Serikat Donald Trump ajukan untuk mendanai tembok perbatasan itu sendiri. Kerugian tersebut terjadi akibat hilangnya produksi yang dihasilkan oleh pekerja federal, penundaan belanja pemerintah, dan kurangnya permintaan. CBO melaporkan bahwa meskipun kerugian tersebut akan kembali pulih ketika pekerja federal kembali bekerja, namun sekitar USD 3 miliar atau setara dengan Rp 42,2 triliun hilang secara permanen. Selama masa pembukaan kembali pemerintahan sampai pada tanggal 15 Februari mendatang, Trump berharap Kongres dapat menyetujui permohonan anggaran untuk membangun tembok tersebut. Kongres AS telah membentuk komite khusus yang beranggotakan 17 wakil rakyat dari 2 partai, yakni Demokrat dan Republik untuk membahas keamanan perbatasan dan imigrasi serta membahas permintaan dana tembok yang diajukan Trump. Trump bahkan kembali memperingatkan bahwa ia akan kembali mengambil opsi shutdown jika anggarannya tidak kunjung disetujui oleh Kongres, seperti yang ia sampaikan pada wawancara dengan Wall Street Journal.

Konflik Turki dan Amerika Serikat yang Kian Memanas
Ekonomi

Konflik Turki dan Amerika Serikat yang Kian Memanas

Konflik yang terjadi antara Turki dan Amerika Serikat bermula dari adanya ketidaksepakatan tentang nasib pendeta dari North Carolina bernama Andrew Brunson yang ditahan di Turki. Andrew Burson dipenjara pada Oktober 2016 dengan tuduhan membantu sebuah organisasi pimpinan Fethullah Gulen, pria yang dituding berupaya melancarkan kudeta terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan dianggap sebagai organisasi teroris. Kemudian pada akhir Juli, Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan memberlakukan sanksi terhadap dua pejabat tinggi Turki sebagai tanggapan atas penahanan Burson.

Awalnya sanksi tersebut hanya bersifat simbolis sampai akhirnya Trump mengumandangkan perang dagang yang kali ini memakan Turki sebagai korban dan membuat mata uang Turki, lira, yang sepanjang tahun 2011 sampai 2016 berada di kisaran 1 dolar setara 2 lira turun drastis menjadi 1 dolar setara 6 lira dengan memberlakukan pajak sebesar 20% untuk alumunium dan 50% untuk baja. Erdogan masih belum goyah dan justru membalas Amerika Serikat dengan memberlakukan tarif besar pada mobil, alkohol, tembakau, dan produk Amerika Serikat lainnya sebagai upaya pukulan terbaru dalam pertikaian ekonomi dan diplomatik yang meningkat dengan Amerika Serikat. Hal ini mengakibatkan mata uang Turki jatuh ke level terendah terhadap dolar pada Selasa (14/8), namun menjadi sedikit pulih pada Rabu (15/8) setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan mengumumkan tarif atas produk-produk Amerika Serikat dan setelah Qatar mengumumkan bahwa pihaknya akan menginvestasikan $15 miliar untuk perekonomian Turki.

Strategi yang digencarkan Turki selanjutnya adalah dengan mendekati Iran dan Rusia untuk menjadikannya ‘teman dan sekutu baru’ yang merupakan lawan Amerika Serikat. Turki telah bekerja sama dengan kedua negara tersebut dalam strategi di Suriah dan membeli sistem pertahanan rudal S-400 milik Rusia meskipun para pejabat Amerika dan NATO telah memperingatkan Turki bahwa S-400 tidak akan cocok dengan sistem penahanan NATO lainnya. Banyak pula yang beranggapan Erdogan melakukan hal ini sebagai bentuk gertakan untuk menakut-nakuti Amerika Serikat saja. Mantan anggota parlemen Turki, Aykan Erdemir mengatakan bahwa masalah perselisihan ini jauh lebih besar jika hanya karena pemenjaraan pendeta Amerika Serikat. Kerenggangan Erdogan yang semakin menjadi dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa merupakan konsekuensi dari kekuasaan Erdogan yang semakin menonjol di Turki sebagai seorang presiden.

Pendeta Andrew Burson ditetapkan menjadi tahanan rumah dengan alasan kesehatan. Gedung Putih sendiri mengklaim Burson sebagai korban kampanye politik yang tidak adil dan dijadikan sebagai kambing hitam. Krisis ini mengguncang dua orang pemimpin politik dengan ego yang besar, bahkan Trump memiliki wacana untuk menggandakan tarif baja dan aluminum. Para pejabat Turki dan Amerika Serikat terus mengadakan pertemuan guna mengakhiri krisis ini. Kabar terakhir pada 21 Januari lalu membuat Amerika Serikat geram karena Erdogan mengungkapkan bahwa Turki siap untuk mengambil alih keamanan di Manbij, sebuah kota di timur laut Suriah yang dikendalikan oleh pasukan Kurdi di mana yang tiga pekan lalu terjadi serangan bom yang dilakukan oleh jaringan ISIS dan menewaskan empat orang pasukan Amerika Serikat yang sedang berjaga.

Pertumbuhan Ekonomi Amerika Serikat Melambat di Tahun 2019
Berita Ekonomi Politik

Pertumbuhan Ekonomi Amerika Serikat Melambat di Tahun 2019

Pimpinan Federal Reserve Dallas, Robert Kaplan, menyatakan bahwa pada tahun 2019 ekonomi di negara yang berada di bawah pimpinan Donald Trump ini akan melambat. Hal ini banyak dikaitkan dengan dampak dari kebijakan pajak yang dibuat oleh Presiden Donald Trump sendiri. Reformasi pajak ini akan menjadi pemangkasan pajak besar-besaran sepanjang sejarah Amerika Serikat. Kebijakan Trump yang satu ini menarik banyak investor untuk melakukan investasi di Amerika Serikat, namun di lain sisi kebijakan perpajakan seperti ini dapat menyebabkan defisit anggaran sehingga anggaran belanja ikut naik.

Hal inilah yang diperkirakan akan menyebabkan defisit anggaran menjadi semakin tinggi sekalipun proses pertumbuhan ekonomi telah dikalkulasikan. Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat diprediksi akan mengalami perlambatan menjadi 1,9% di tahun 2019 menurut firma sekuritas dan perbankan JPMorgan. Perlambatan lonjakan pertumbuhan sebesar 3,1% di suku tahun keempat disebabkan oleh kebijakan fiskal, moneter, serta perdagangan yang lesu. Meskipun pertumbuhan melambat, upah akan terus meningkat seiring dengan ketatnya persaingan tenaga kerja.

Para ahli ekonom ikut bicara tentang kebijakan moneter yang selama 10 tahun terakhir mendukung pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat akan semakin mendekat ke posisi yang stabil. Kebijakan fiskal akan tetap mendukung perekonomian di 2019 tetapi efeknya akan menurun dibandingkan tahun 2018. Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat, Jerome Powell, bahkan mengatakan utang pemerintah dan defisit yang dimiliki telah menempatkan AS pada jalur fiskal yang diam di tempat.

Bulan Oktober lalu Amerika Serikat bahkan telah mencatat defisit sebesar USD 100,5 miliar dan meningkat sampai sebesar 59% dari tahun lalu Pemerintah pun telah memperkirakan defisit akan meningkat menjadi 1,09 triliun selama setidaknya tiga tahun ke depan. Angka defisit ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 2012 ketika Amerika Serikat membutuhkan banyak dana sebagai stimulus ekonomi yang sedang berada pada tahap pemulihan sementara penerimaan pemerintah beberapa bulan terakhir cenderung stagnan. Penerimaan yang berasal dari pajak korporasi turun sebanyak USD 76 miliar atau 22% lantaran kebijakan pemerintah untuk memotong pajak.

Namun apabila di tahun ini Cina akan dikenakan bea impor sebanyak 25%, hal ini dapat membuat angka pendapatan pajak melonjak hingga lebih dari USD 100 miliar dan diharapkan akan meng-cover defisit. Kaplan ikut menambahkan bahwasanya Amerika Serikat harus lebih bisa mengatur kebijakan utangnya. Selain itu, aspek seperti semakin bertambahnya tenaga kerja juga bisa menjadi salah satu penghambat pertumbuhan ekonomi selama setidaknya beberapa tahun ke depan. Karena adanya pertumbuhan produktivitas yang tidak bisa dipungkiri, maka dengan mendorong peningkatan ini diharapkan Amerika Serikat akan kembali bangkit dan memulihkan keadaan perekonomian. Menteri keuangan serta para staff administrasi di bawah pimpinan Trump telah mengusulkan untuk menekan budget anggaran belanja guna mengurangi defisit.

Langkah Menuju Ekonomi Maju Amerika Serikat
Artikel Berita Blog Ekonomi Politik

Langkah Menuju Ekonomi Maju Amerika Serikat

Berjalannya sebuah perekonomian di suatu negara juga membutuhkan perhatian khusus untuk semua kalangan terutama pada kalangan anggota pemerintahan. Sebuah negara pastilah mempunyai gerakan tersendiri untuk mencapai kesuksesan. Kali ini Amerika Serikat mempunyai cara untuk mempertahankan perekonomiannya tetap dalam keadaan yang stabil, cara tersebut nantinya akan terus digunakan dan dikembangkan agar tercapainya tujuan dengan baik dan sesuai dengan sasaran utamanya. Langkah tersebut akan di berlakukan di negara Amerika Serikat. Berikut ini langkah yang akan mulai ditempuh.

Terdapatnya peraturan pelanggaran imigran, ini merupakan salah satu langkah yang nantinya akan di tempuh untuk menjaga perekonomian tetap stabil, peraturan ini juga dapat digunakan untuk menjaga keamanan negara dari pihak luar. Kebijakan ini akan menutup kemungkinan bagi para imigran gelap yang ingin masuk Amerika secara bebas tanpa ijin, bagi imigran yang ketahuan maka akan dikenai denda yang cukup besar. Hal ini akan sedikit mengurangi pergerakan beberapa orang yang telihat mencurigakan yang akan masuk Amerika.

Mengupayakan semaksimal mungkin dalam memilih tenaga kerja, maksudnya adalah dalam memilih tenaga kerja, harus mengutamakan warga Amerika dahulu sebelum memilih warga lainnya. Sehingga jumlah pengangguran yang ada bisa berkurang. Hal ini memang menjadi sasaran utama yang harus terlaksana dengan baik. Langkah selanjutnya adalah dengan pemotongan anggaran yang ada, anggaran yang akan dipotong tersebut nantinya akan menjadi pendapatan negara yang sangat besar, namun tidak semua mengalami pengurangan anggaran, ada beberapa yang mengalami peningkatan. Pendapatan negara ini nantinya akan digunkan untuk kemajuan negara.

Langkah selanjutnya adalah diakukannya skrining pada barang impor yang masuk dari cina, hal ini dilakukan untuk bisa menekan jumlah barang impor yang dimasuk. Barang-barang yang akan masuk nantinya akan dikenai sejumlah biaya saat masuk ke Amerika. Dengan menerapkan biaya ini bisa membantu dalam menaikan pendapatan perekonomian Amerika. Untuk menuju perekonomian yang baik maka dibentuknya pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah yang ada, pembangunan ini nantiya akan di gunakan untuk memajukan negara. Untuk melakukan infrastruktur yang besar maka dibutuhkan dana yang cukup besar.

Untuk menyempurnakan langkah-langkah tersebut maka di buatlah perubahan kebijakan perpajakan. Telah dibentuk rancangan Undang-Undang yang telah disetujui, Undang-Undang berisi pemotongan pajak, dengan di lakukan pemotongan pajak ini diharapkan akan lebih meringankan pajak. Itulah beberapa langkah yang akan digunakan Amerika dalam mencapai perbaikan perekonomian di masa ini. Dengan adanya langkah itu diharapkan akan berjalan sesuai rencana dan menghasilkan hasil yang tidak mengecewakan. Menurut salah satu di Indonesia, mungkin langkah yang ditempuh ini berbeda dengan langkah yang ditempuh di negara lainnya. Karena setiap negara mempunyai keunggulan dan strategi yang berbeda beda.

GBU-57 atau The MOP Merupakan Bom Non-Nuklir Terupgrade Milik Amerika Serikat
Artikel Berita Blog Ekonomi Politik

GBU-57 atau The MOP Merupakan Bom Non-Nuklir Terupgrade Milik Amerika Serikat

Amerika Serikat terus membangun pertahanan untuk keamanan negaranya. Negara maju sati ini memiliki berbagai macam senjata-senjata canggih dan terbaik, Namun ternyata hal itu tidak cukup tetapi Amerika terus menaikan standard dari sistem pertahanan negaranya. Angkatan Udara Amerika Serikat baru-baru ini mengeluarkan bom non-nuklir terbesar dalam versi yang sudah di upgrade yaitu The Massive Ordnance Penetrator (MOP) atau GBU-57. untuk menaikan sistem pertahanan negara, Bom non-nuklir ini diciptakan untuk melawan negara-negara yang sedang berseteru dengan AS seperti Korea Utara. Korea Utara juga memiliki pertahanan negara yang cukup kuat, maka dari itu Amerika tak mau kalah dengan menciptakan Bom non-nuklir Bunker-Busters seberat 30.000 pon.

Bom yang baru diupgrade dengan berat 30.000 pon ini tentunya tidak dapat dibawa oleh sembarangan pesawat. Pesawat stealth B-2 telah dirancang khusus untuk membawa bom tersebut. Sangat penting menaikan standard dalam pertahanan negara, dibutuhkan para ahli untuk meng-upgrade senjata yang ada. Bom Boeing Co menjadi perusahaan langganan dalam memfasilitasi memperbaharui persenjataan Amerika Serikat. Bom non-nuklir atau dengan nama lain GBU-57 ini telah selesai diperbaharui sebanyak empat kali dengan persediaan senjata yang ada dalam kondisi diperbaiki demikian pernyataan lewat sebuah email dari Kapten Emily Grabowski, juru bicara Angkata Udara Amerika Serikat. Amerika memang terus mengadakan pembaharuan persenjataan modifikasi “telah meningkatkan kinerja melawan target yang keras dan terkubur,” katanya.

B-2

Ternyata bom yang dikenal sebagai bunker-busters telah berada di gudang senjata Angkatan Udara selama bertahun-tahun karena potensi serangan terhadap target semakin gencar, maka baru-baru ini diluncurkan keluar. GBU-57, memiliki kekuatan enam kali lebih besar dari bom dengan berat 5.000 pon. Selama berapa dekade Angkatan Udara selalu menggunakan bom kecil dengan berat 5000 pon saja, namun dengan terus memperbaharui persenjataan akhirnya Angkatan Udara memiliki bermacam-macam bom dengan kekuatan yang memadai. Bahkan Bon non-nuklir terbesar ini jika diluncurkan memiliki kemampuan untuk menerobos lapisan beton pertahanan bawah tanah.

Salah satu alasan terciptanya GBU-57 ini memungkinkan jika diperlukan disaat genting Amerika Serikat dapat memutuskan untuk menyerang gudang persenjataan nuklir atau rudal bawah tanah di Korea Utara, karena ketegangan terus berlanjut seiring pertumbuhan Kim Jong Un dalam persenjataan nuklir. Dalam bulan ini Angkatan Udara AS juga sudah menempatkan pesawat pembawa bom B-2 ke daerah Guam. Awal bulan januari ini, ada tiga pesawat B-2 dan sekitar 200 awak pesawat tiba di Pangkalan Angkatan Udara Andersen di pulau Guam, sebuah wilayah Amerika di Mikronesia, di Pasifik Barat. Penambahan B-2 membawa kemampuan lebih ke teater Pasifik, terutama yang terpenting bagi tugas Pentagon dalam membangun bangsa di Korea Utara. Grabowski juru bicara wanita dari Angkatan Udara AS menolak mengatakan apakah GBU-57 juga telah dikirim ke pulau Guam atau tidak.

Sebelum meluncurkan keluaran senjata terbaru ini, Angkata Udara sudah melakukan tes terlebih dahulu. New mexico menjadi tempat terpilih untuk melakukan tes tersebut. Dengan menjatuhkan tiga bom dari B-2 untuk mengetahui keefektifan senjata dari Bom GBU-57 tersebut. Letnan Kolonel Michelle Baldanza, juru bicara kantor pengujian tempur Pentagon memberitahukan hal tersebut bahwa sudah ada uji coba pada bom GBU-57. Sutruk panjang 20 kaki dengan diameter 31.5inci menjadi bentuk dari GBU-57.

Bom itu hanya bisa dijatuhkan dengan mendorongnya keluar dari pesawat baling-baling MC-130 dan “terutama ditujukan untuk target permukaan lunak dan menengah yang mencakup area yang luas, target yang terdapat di lingkungan seperti gua atau ngarai, membersihkan lahan tambang yang luas, dan untuk efek psikologis, “kata juru bicara Angkatan Udara Ann Stefanek dalam sebuah email.

IMF-WB Annual Meetings 2017 Memberi Dampak Positif Bagi Pertumbuhan Ekonomi Global
Artikel Berita Blog Ekonomi Politik

IMF-WB Annual Meetings 2017 Memberi Dampak Positif Bagi Pertumbuhan Ekonomi Global

Setiap musim gugur, Dewan Gubernur Kelompok Bank Dunia dan International Monetary Fund (IMF) mengadakan Rapat Tahunan untuk membahas berbagai isu terkait pengentasan kemiskinan, pembangunan ekonomi dan keuangan internasional. Pertemuan Tahunan ini merupakan forum kerjasama internasional dan memungkinkan Bank dan IMF untuk lebih melayani negara anggotanya. Pertemuan Tahunan secara tradisional diadakan di Washington dan untuk mencerminkan karakter internasional kedua institusi tersebut, setiap tahun ketiga di negara anggota yang berbeda. Selain rapat Dewan Gubernur, International Monetary and Financial Committee (IMFC) secara resmi diadakan.

Komite Pembangunan dan IMFC menyarankan Dewan Gubernur mengenai isu-isu yang menjadi perhatian global, termasuk prospek ekonomi dunia, pemberantasan kemiskinan, pembangunan ekonomi, dan efektivitas bantuan. Di seputar pertemuan ini, Bank dan IMF mengatur sejumlah forum untuk memfasilitasi interaksi antara pemerintah dan staf Bank Dunia-IMF dengan organisasi masyarakat sipil, wartawan, eksekutif sektor swasta, akademisi dan perwakilan organisasi internasional lainnya. Memang, setiap usaha dilakukan untuk memastikan bahwa Rapat Tahunan memberikan forum yang efektif untuk menjelaskan kepada publik – secara langsung dan melalui media – kegiatan, tantangan dan pencapaian kedua institusi tersebut.

Pertemuan tersebut juga bertujuan untuk membuka pertemuan kepada publik melalui siaran langsung dan percakapan online di World Bank Live, Twitter, dan platform lainnya. Sekitar 10.000 orang menghadiri pertemuan tersebut, termasuk sekitar 3.500 anggota delegasi dari negara-negara anggota Bank dan IMF, sekitar 1.000 perwakilan media, dan lebih dari 5.000 pengunjung dan tamu istimewa yang ditarik terutama dari bisnis swasta, komunitas perbankan dan LSM . Selain itu, staf Bank dan IMF berpartisipasi dalam pertemuan dengan pejabat delegasi pemerintah. Pada setiap Pertemuan Musim Semi dan Tahunan, Komite Pengembangan Bank-IMF bersama dan Komite Moneter dan Keuangan Internasional IMF mengadakan pertemuan untuk membahas kemajuan kerja Bank dan IMF. Juga ditampilkan adalah seminar, briefing regional dan konferensi pers, yang berfokus pada ekonomi global, pembangunan internasional, dan pasar keuangan dunia.

Sidang pleno Bank Dunia dan Dewan Gubernur IMF hanya dijadwalkan dalam Rapat Tahunan di musim gugur. Pada pertemuan tahunan yang diadakan tanggal 13-15 Oktober 2017 yang diadakan di Washington, dihadiri oleh semua para Gubernur Bank Sentral dan para menteri keuangan seluruh dunia. Hasil dari pertemuan yang diadakan membawa berita bagus bagi dunia ekonomi dunia, hasilnya dapat dilihat dari berkembangnya pertumbuhan ekonomi global. Bisa dilihat dalam hitungan persen pada tahun 2017 sebesar 3,6% sedangkan di tahun 2018 berkembang menjadi 3,7%. Perkembangan yang ditunjukan membawa semangat baru untuk ekonomi dunia ditahun 2018. Dengan berkembangnya ekonomi global menunjukan perkembangan ekonomi di seluruh dunia secara merata. Dengan begitu menunjukan adanya pemulihan atau perbaikan dalam segi ekonomi di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia dimana banyak masyarakatnya yang doyan.

Bank Indonesia menyambut dengan sangat baik, mengingat perkembangan ekonomi di Indonesia semakin berkembang menjadi lebih baik. Perwakilan dari Indonesia dalam MF-WB Annual Meetings tersebut dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Namun terjadi kesepakatan bersama untuk tetap menjaga perkembangan perekonomian global dengan tetap menjaga perkembangan struktural ekonomi yang sedang berjalan sampai saat ini. Window of Opportunity dijadikan sebagai peluang untuk saat ini demi menjaga kestabilan yang ada dan untuk menambah perkembangan ekonomi dunia. Dalam tahun 2018, Indonesia mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah dalam pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF). Pertemuan tahunan tersebut akan diadakan di pulau dewata. Demikianlah ulasan tentang International Monetary Fund (IMF) dan dampak positifnya dalam perkembangan ekonomi global.—

Artikel Berita Blog Politik

Negara Ini Tidak Sepaham Dengan Amerika

Negara Ini Tidak Sepaham Dengan AmerikaTerpilihnya Donald Trump sebagai presiden baru di Amerika Serikat, telah membawa pengaruh yang sangat besar di dunia. Banyak hal-hal yang baru yang terjadi saat ini, kejadian ini telah menjadi sorotan seluruh negara di dunia. Kebanyakan orang berfikir bahwa presiden yang terpilih pada nantinya akan memberikan pengaruh yang baik bagi negaranya, presiden di harapkan dapat menyatukan negara satu dengan negara-negara yang lainnya. Sehingga terjalin kerjasama yang membuat sebuah ikatan persahabatan. Bagaimanapun juga sebuah negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan ataupun kerjasama dengan negara lainnya. Akan tetapi bebeda dengan trump, disaat ia harus menjaga hubungan yang baik dengan negara-negara tetangganya, justru menunjukan sebuah kalimat yang yang begitu tidak bersahabat. Ya, permasalahan ini timbul tika trump mengambil keputusan sepihaknya dalam mengakui yerusalem menjadi ibu kota israel tanpa persetujuan negara-negara lainnya. Sehingga membuat negara lain menjadi geram dan marah dengan tindakan sepihak yang diakukannya. Walaupun begitu, trump tidak memperdulikan pendapat yang dikeluarkan oleh negara lain, bahkan trump menganggap bahwa negara yang tidak menyetujui yerusalem sebagai ibu kota Israel tidak mendukung Amerika Serikat. Kabarnya 128 negara tidak menyetujui keputusan yang di buat oleh trump tersebut.

Tidak Sepaham Dengan Amerika

Sebanyak 193 anggota yang terdapat dalam Perserikatan Bangsa Bangsa, 128 diantaranya memilih untuk tidak menyetujui keputusan yang di keluarkan trump. Sedangkan untuk sisanya, memilih untuk tidak berpendapat. Bagaimanapun juga keputusan ini membutuhkan persetujuan dari banyak pihak dan tidak dapat di putuskan hanya dengan satu pihak. Sehingga keadaan ini membuat kesenjangan yang terjadi di antara negara-negara tersebut. Pasalnya Amerika juga telah menyumbangkan beberapa dana untuk diberikan kepada negara-negara yang tidak sepihak dengan Amerika.

Trump merasa tidak nyaman dengan tindakan negara-negara tersebut, karena merasa tidak didukung. Karena itu, trump meminta untuk dibuatkan Undang-Undang dimana, di dalamnya tertulis bahwa nantinya dana yang akan dikeluarkan akan di gunakan sepenuhnya untuk kepentingan Amerika dan di sumbangkan untuk negera-negara lain, yang nantinya akan diberikan kepada negara yang memang satu pihak dengan Amerika, bukan negara yang melawan berbeda pendapat dengan dia. Bahkan nantinya trump mengancam akan menghentikan dalam pemberian dana untuk negara yang tidak satu keputusan, bahkan negara-negara tersebut akan terus diingat mana saja negara yang tidak sependapat. Karena banyak mengalami kendala dan banyak tekanan dari beberapa pihak, maka dari itu selang beberapa waktu dari kejadian itu, trump merubah pendapatnya. Pada awal mulanya trump menganggap untuk negara yang tidak satu pihak dengan dia adalah musuhnya, sekarang ini trump telah merubah pendapatnya diamana nantinya ia akan melakukan hubungan yang baik dengan semua negara.

Artikel Blog Ekonomi

Perbaikan Perekonomian Global di Washington

Perekonomian Global di WashingtonSebelumnya Washington merupakan negara bagian yang ada di Amerika Serikat, jika pada sebelumnya kita mendengar bahwa Amerika sedang mengalami penurunan dalam perkembangan perekonomiannya, akan tetapi ternyata ada peluang yang dapat dimanfaatkan dengan sangat baik dalam memperbaiki keadaan perekonomian dunia, yang sempat mengalami sedikit masalah, karena ada beberapa negara yang sedang mengalami kesenjangan ekonomi. Karena antar negara saling berhubungan maka keadaan yang stail selalu diharapkan agar semua dapat dijalankan secara lancar,sehingga pasar global tetap dapat berjalan semestinya tanpa adanya kendala. Pada akhirnya ada cara untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian negara untuk dapat tumbuh menjadi lebih baik lagi. Hal ini di buktikan dengan adanya titik terang yang membuat harapan lebih jelas berada di depan mata. Adanya pertemuan tahunan yang baru saja dilaksanakan di Washington ini yang dihadiri oleh para anggota Gubernur Bank Sentral serta hadir juga para Mentri Keuangan Negara yang membahas perekonomian global terbaru, ternyata pertemuan ini telah membawa hasil yang menggembirakan untuk perekonomian dunia, hasil ini akan membawa dampak yang sangat baik untuk pertumbuhan perekonomian di lingkup global. Keberhasilan ini di perkirakan akan menyumbangkan presentasi keberhasilan yang cukup besar.

Nantinya pertumbuhan ekonomi ini dipastikan akan dirasakan dampaknya untuk seluruh negara, negara maju maupun negara yang sedang berkembang. Sehingga dampak ini akan diarasakan secara merata di seluruh negara tanpa ada yang merasa dirugikan. Pada pertemuan itu didapatkan kesimpulan berupa kesepakatan antara para Gubernur Bank Sentral dengan para anggota yang ada di seluruh dunia, untuk menyepakati bahwa pertumbuhan ekonomi dapat membaik jika tetap bersama-sama dalam menjaga tren untuk memperbaiki keadaan ekonomi global dengan mengupayakan semaksimal mungkin dalam memanfaatkan peluang reformasi terstruktur yang saat ini sedang di jalankan, sehingga nantinya diharapkan perekonomian tetap stabil, dalam lingkup yang masih baik.

Perbaikan Perekonomian Global di Washington

Hal ini akan terus menjadi perhatian utama, yang tidak akan pernah dilupakan ataupun di biarkan saja, karena tidak bisa begitu saja lepas tangan karena perekonomian dapat kembali memburuk. Bagaimanapun masih ada kemungkinan ekonomi global mengalami penurunan suatu saat nanti. Dengan hasil pertemuan tahunan ini, membuat semua keadaan ekonomi dunia semkain baik, termasuk perekonomian yang ada di Washington, juga telah mengalami peningkatan yang sangat baik. Washington memiliki pertumbuhan ekonomi yang sedang meranjak tumbuh, dengan banyaknya tenaga kerja yang profesional dan juga mempunyai banyak bisnis yang dikatakan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, wilayah Washington ini mempunyai jumlah pengangguran yang cukup rendah jika di bandingkan dengan negara-negara lain. Adanya perindustrian yang terus tumbuh membuat perekonomiannya akan mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Presiden AS, Donald Trump yang Kontroversial Mencetak Suatu Sejarah Baru Mengenai Tingkat Pengangguran
Artikel Berita Blog Ekonomi Politik

Presiden AS, Donald Trump yang Kontroversial Mencetak Suatu Sejarah Baru Mengenai Tingkat Pengangguran

Negara Amerika Serikat memang menjadi sorotan masyarakat dunia akhir-akhir ini. Hal tersebut disebabkan oleh begitu banyak hal. Realita yang terjadi memang seperti ini adanya. Jika sebuah negara berbuat suatu hal yang mempengaruhi negara lain, akan sangat diperhatikan oleh masyarakat dunia dan menjadi perbincangan masyarakat dunia. Sebagai contoh adalah negara Amerika Serikat ini. Negara ini tidak hanya terkenal karena kekuatan politik dan kemajuannya saja. Walau memang fakta menyatakan bahwa salah satu negara terkuat dalam segala bidang yang ada di dunia adalah negara Amerika Serikat.

Namun banyak juga isu dan masalah politik, ekonomi seperti judi online, dan lain sebagainya yang muncul dan belum ada penyelesaiannya. Keadaan atau kondisi negara Amerika Serikat juga mengalami sangat banyak perubahan baik itu secara positif maupun negatif setelah terjadinya pergantian kepala negara atau Presiden negara tersebut. Selama masa pemerintahan Presiden yang sebelumnya yaitu Barrack Obama, negara Amerika Serikat terbilang cukup damai dan bersatu serta dapat mengatasi berbagai permasalahan yang ada. Namun semenjak posisi kepala negara berganti dan sah menjadi milik Donald Trump, negara Amerika Serikat mengalami perubahan yang sangat banyak dan dalam berbagai bidang.

Presiden Donald Trump memang dikenal dengan sosok yang kontroversial. Bahkan beberapa mengatakan bahwa sosok kepala negara Amerika Serikat yang satu ini sangat berani berbicara tanpa memperdulikan pro dan kontra yang muncul atau disampaikan oleh masyarakat dunia bahkan masyarakatnya sendiri. Seperti contoh saja saat terjadi kasus politik yang cukup panas yaitu di saat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump ini menyatakan dukungan dan menganggap bahwa Yerusalaem adalah Ibu Kota Israel. Hal tersebut menuai kritik yang sangat pedas bahkan beberapa negara mengecam pernyataan Trump tersebut.

Namun di sisi Presiden Donald Trump sendiri tidak terlalu mengindahkan pendapat yang ada karena ia tetap bersikeras akan keputusannya bahkan ia mengambil tindakan untuk membekukan bantuan dana dari Amerika Serikat kepada pengungsi Palestina yang disalurkan lewat PBB. Sering kali keputusan dan kebijakan serta pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump ini memang kontroversial. Tak sedikit yang membenci namun tak sedikit pula yang menganggap bahwa Presiden Donald Trump adalah sosok yang berani dan cerdas.

Di balik semua kegegabahan dan kebijakan yang aneh dari Presiden Donald Trump ini, ada sebuah prestasi atau pencapaian yang layak untuk diapresiasi. Walau memang terkadang masyarakat Amerika Serikat sendiri geram akan kebijakan serta pernyataan yang dilontarkan oleh orang nomor satu di negara Amerika Serikat ini, namun tetap ada kelebihan yang dimiliki dan sebuah sejarah baru atau pencapaian yang berhasil diraih Presiden Donald Trump yang kontroversial ini. Pencapaian atau sejarah baru tersebut adalah sesuatu yang berkaitan dengan tingkat pengangguran di Amerika Serikat. Survei membuktikan bahwa kepimpinan Presiden Donald Trump berhasil membawa Amerika Serikat mencapai titik terendah tingkat pengangguran yang ada di Amerika Serikat dalam 17 tahun terakhir ini.

Sejarah baru berhasil diukir oleh sosok Presiden yang kontroversial ini. Kondisi ini membuktikan bahwa perekonomian Amerika Serikat dapat meningkat karena pendapatan negara juga meningkat. Selain itu berkurangnya angka pengangguran yang ada membuat negara ini dapat menjadi semakin berkembang pesat dan maju. Presiden Donald Trump berhasil membawa perekonomian Amerika Serikat di grafik yang cukup baik dan terus meningkat. Hanya saja tetap ada sisi yang dikhawatirkan yaitu naiknya standart gaji yang harus diberikan kepada para pegawai atau pekerja judi bola. Namun statusnya masih belum perlu dipermasalahkan dan dibahas.

Diplomat ke-4 Amerika Serikat Mundur
Artikel Berita Blog Ekonomi Politik

Diplomat ke-4 Amerika Serikat Mundur

Beberapa waktu yang lalu telah terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat, pastilah Donald Trump telah berusaha untuk menunjukan kualitasnya dalam bidang politik yang pantas untuk di pertimbangkan demi kemajuan negara Amerika. Trump harus berusaha melawan para calon demokrat lainnya yang juga berusaha menunjukan kualitas mereka di bidang politik. Banyak yang beranggapan bahwa Trump akan kalah dalam pemilihan kali ini. Terpelas dari semua itu pastilah ada pihak yang pro maupun kontra dalam menyikapi majunya Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat ini.

Akan tetapi walaupun begitu, keadaan ini tidak menyurutkan Trump dalam terus berjuang dibidang poitik. Pada kenyataannya jumlah orang yang mendukung dan menolak, ternyata lebih banyak mereka yang mendukung Trump maju menjadi presiden baru. Dengan begitu pada akhirnya para pendukung trump merasa lega dan bahagia, pasalnya trump terpilih menjadi presiden Amerika. Tidak berhenti sampai di terpilihnya trump sebagai presiden, ternyata ada babak baru yang cukup mengagetkan, pasalnya ada diplomat dari Amerika Serikat yang mengundurkan diri dari kursi jabatannya di era pimpinannya Donald Trump, hal ini sangat mengejutkan pasalnya diplomat ini telah mengabdi selama 35 tahun dan seketika saja berhenti setelah trump terpilih menjadi presiden.

Thomas Shannon Sedang Bersalaman

Diplomat yang mengundurkan diri dari pemerintahan politik tersebut, bernama Thomas Shannon. Diplomat ini merupakan diplomat ke empat yang telah mengundurkan diri setelah Donald Trump diumumkan menjadi presiden. Alasannya untuk mengundurkan diri ialah, saat ini merupakan keadaan yang paling tepat bagi Thomas Shannon untuk segera mundur dan mulai menjalani apa yang ia inginkan dalam hidupnya. Walaupun ia ingin mundur ia tetap menjalankan pekerjaannya di dunia politik sesampainya waktu pelantikan selanjutnya.
Keluarnya Thomas Shoon dari dunia politik telah diumumkan oleh menteri luar negeri Amerika Serikat. Walaupun kabarnya Thomas Shannon diusir, namun ia menjelaskan lebih tegas.

Dari hasil ringkasan bahwa ia keluar dari dunia politik karena usianya yang sudah semakin tua yang akan segera menginjak usia 60 tahun. Karena itulah Thomas Shannon mengundurkan diri dan memilih menjalani kehidupan sesuai dengan keinginannya. Diplomat ini telah mengabiskan setengah umurnya untuk mengabdi di negaranya. Keluarya diplomat ini juga sangat disayangkan oleh menteri luar negeri Amerika Serikat, sebisanya meminta untuk tetap bertahan di kursinya. Jika memang sudah tidak ingin bergabung, pintu tidak akan ditutup dan akan terbuka lebar untuk Thomas Shannon jika ingin kembali duduk di kursinya. Bagaimanapun diplomat yang satu ini telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi Amerika, kinerjanya yang totalitas telah membawa namanya di hati banyak orang sehingga ketika ia keluar dari dunia yang telah lama ia naungi membuat semua orang bersedih.

Berkurangnya Jumlah Pengangguran Di Amerika
Artikel Berita Ekonomi

Berkurangnya Jumlah Pengangguran Di Amerika

Banyaknya penduduk di suatu wilayah, menjadikan banyaknya kesenjangan dimana-mana, salah satunya adalah kesenjangan ekonomi. Terkadang jumlah penduduk tidak berbanding lurus dengan kebutuhan tenaga kerja di suatu willayah tersebut. Maka untuk wilayah tersebut membutuhkan strategi yang lebih tepat untuk dapat menangani masalah yang ada. Sama halnya dengan negara Amerika, sebagai negara maju dengan penduduk yang banyak, maka dibutuhkan sebuah reformasi dalam mengatur jalannya negara dengan baik.

Perekonomian yang menjadi salah satu hal yang wajib diatur sedemikian rupa yang nantinya tidak akan muncul masalah. Jika sebuah perekonomian suatu negara telah berjalan stabil maka akan mudah dalam menjalankannya. Sehingga akan lebih marak dalam menghabiskan uangnya untuk hiburan, salah satunya dengan judi online atau liburan ke Las Vegas. Naiknya Donald Trump di kursi kepresidenan mengaharuskan trump menunjukan kualitasnya di dalam setiap kinerjanya. Untuk saat ini adalah trump tengah menjalankan rencananya sebagai seorang pemimpin yang dapat di andalkan untuk rakyatnya.

Hal ini ia buktikan dari terciptanya banyak lapangan kerja yang ia buka untuk menampung para penduduk Amerika. Pada 30 januari 2018 lalu, Trump menyampaikan sebuah pidato dimana pidato tersebut ia menyampaikan beberapa rencana yang telah ia siapkan. Rencananya tersebut salah satunya adalah tersedianya lapangan kerja yang luas. Pasalanya rencana ini menjadi salah satu rencana yang telah ia bawa setelah kemenangannya menjadi presiden diumumkan. Lapangan kerja yang luas ini nantinya diharapkan akan membuat perekonomian Amerika menjadi lebih baik dari tahun ke tahun.

Setelah banyaknya lapangan kerja yang di buka, gaji yang di berikanpun mengalami kenaikan yang cukup besar. Kenaikan ini sudah terjadi dari tahun ke tahun setelah melewati banyak pertimbangan. Selama ini angka pengangguran di Amerika juga merupakan angka yang paling sedikit diantara negara yang lain dalam beberpa tahun ini. Amerika bisa mempertahankan posisi ini dengan sangat baik. Maka dari itu dibutuhkan strategi yang unggul dan tepat untuk mempertahankan keadaan yang sekarang ini. Karena keadaan ini tidak akan selalu sama, tanpa dikontrol dengan baik. Lapangan kerja ini di utamakan untuk seluruh warga Amerika dahulu, karena begitu bayak warga luar yang berada di sana.

Pembentukan lapangan kerja ini tidak hanya karena ia telah menjadi presiden, sebelum maju dalam pencalonan presiden ia tela membuka beberpa lapangan kerja untuk warga Amerika Serikat. Selain itu, adanya perusahan-perusahan dari sektor yang lebih kecil juga memberikan dampak untuk kemajuan perekonomian Amerika, karena dari pihak yang kecil ini memberikan dukungan yang penuh untuk terus mempertahankan peringkatnya. Selama ini pihak bawah telah memberikan peringkat yang unggul dalam beberpa tahun terakhir ini. Kabar terbentuknya ribuan lapangan kerja yang akan di sediakan ini sangat di terima baik untuk semua orang.

Betulkah Amerika Serikat Membekukan Dana Bantuan Sebesar 1,6 Triliun Untuk Palestina?
Artikel Berita Blog Ekonomi Politik

Betulkah Amerika Serikat Membekukan Dana Bantuan Sebesar 1,6 Triliun Untuk Palestina?

Selalu saja ada hal baru dan menarik yang terjadi di dunia politik dan ekonomi. Di jaman yang semakin maju dan berkembang ini tidak sedikit masalah yang muncul dan belum ada penyelesaiannya mengenai dunia politik dan ekonomi. Di Indonesia saja sendiri, kita bisa melihat bahwa begitu banyak permasalahan politik dan ekonomi yang masih harus diselesaikan dan dituntaskan. Apalagi jika kita membahas masalah politik dan ekonomi yang ada di dunia. Akhir-akhir ini, ada sebuah negara yang tak hentinya menarik perhatian publik bahkan masyarakat dunia mengenai permasalahan politik dan ekonominya.

Negara tersebut merupakan salah satu negara terkuat, sangat maju, dan berkembang di dunia. Negara tersebut memang sangat dikenal dengan kekuatan politiknya sehingga banyak negara lain yang mengajak bekerja sama dalam berbagai bidang. Namun belakangan ini, negara yang melegalkan beberapa negara bagian tersebut banyak mengalami perubahan dan menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat dunia dan bahkan di masyarakat negaranya sendiri. Hal ini terjadi setelah adanya pergantian Presiden dari negara tersebut. Memang benar jika dikatakan bahwa seorang kepala negara atau Presiden akan sangat mempengaruhi keadaan masyarakat di negara yang dipimpin.

Sebagai kepala negara memang harus bijak dalam mengambil setiap keputusan karena akan sangat berdampak terhadap segala aspek dan bidang dalam negara yang di pimpinnya tersebut. Jika seorang kepala negara atau Presiden sebuah negara gegabah dalam mengambil keputusan, tentunya akan menimbulkan pro dan kontra dari masyarakatnya sendiri. Apalagi jika bersangkutan dengan negara lain. Tentu hal atau kondisi tersebut akan berdampak dan dapat menimbulkan banyak permasalahan terutama dalam bidang politik dan ekonomi.

Negara yang sangat viral karena berbagai permasalahan politik dan ekonominya adalah Amerika Serikat. Semenjak Presidennya sah berganti dari Barrack Obama menjadi Donald Trump, sangat banyak hal terjadi di negara tersebut. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memang merupakan sosok yang sangat berani berbicara dan tidak terlalu memperdulikan pro dan kontra dari masyarakatnya sendiri bahkan dari masyarakat dunia. Terakhir ini Presiden Donald Trump menyatakan atau menyampaikan sebuah pidato di sebuah Gedung di Washington DC, mengenai beberapa hal permasalahan politik dan ekonomi serta beberapa hal lainnya.

Isi pidato tersebut juga menyangkut beberapa negara salah satunya adalah Palestina. Salah satu berita yang paling menghebohkan adalah pada saat Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel. Hal itu membuat geram masyarakat dunia dan terutama adalah negara Palestina. Bagaimana tidak, selama ini perdamaian sedikit terjaga antara negara Israel dengan negara Palestina karena masalah ini tidak diungkit. Namun karena pernyataan dari Presiden Donald Trump tersebut, memicu timbulnya perseteruan antara ke dua negara tersebut. Bahkan kondisinya cukup panas karena sampai di angkat ke forum PBB. Terbukti bahwa lebih banyak negara yang menolak untuk mendukung pernyataan Presiden Donald Trump tersebut karena dianggap dapat memicu perang yang besar. Namun hal ini tidak diindahkan oleh Presiden Donald Trump sehingga ia menyatakan dalam pidatonya untuk memberhentikan bantuan kepada negara Palestina.

Bantuan ini biasanya disalurkan melalui PBB untuk para pengungsi Palestina. Besar dana bantuan ini mencapai 1,6 triliun atau 125 juta dolar Amerika Serikat. Berita ini memang masih menuai pro dan kontra karena beberapa mengatakan ini hanya ditunda sementara, namun beberapa juga mengatakan bahwa bantuan dana ke Palestina dibekukan dan tidak akan dikeluarkan. Kita tunggu saja kepastiannya apakah benar akan diberhentikan atau dibekukan sementara.